Menyambut Film Indonesia dalam Penghargaan Internasional

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan dan kemajuan dari Film Indonesia ini semakin menunjukan adanya tren positif. Bahkan sampai detik ini, nilai dari positif tersebut sudah banyak berkembang dengan beberapa aktor kebanggan Indonesia ikut serta bermain di Film Luar Negeri. Bahkan dalam hal ini adanya seorang Aktris yang sekaligus menjadi seorang Politikus bernama Venna Melinda berkomitmen dalam memperkuat adanya undang-undang mengenai dunia Perfilman Indonesia. 

Venna yang diketahui menjadi anggota dari Komisi X DPR RI ini akan mewadahi film Indonesia dengan mengatakan adanya UU 33 Tahun 2009 mengenai dunia perfilman Indonesia harus bisa benar-benar direvisi secara total. Memang sudah saatnya perfilm Indonesia yang menjadi pilar bangsa sebagai edukasi dan hiburan. Harus bisa diberikan tindakan konkret dalam meningkatkan adanya peran artis dan juga stakeholder perfilman untuk berkontribusi langsung di dalamnya ( kurang lebih inilah yang dikatakan oleh Venna Melinda, kawasan Senayan Jakarta 14/02/2018 ). 

Hal ini sudah benar-benar terbukti dari adanya Film Indonesia yang mungkin saja hanya sebagian masyarakat lokal tahu akan keberadaan dari film tersebut, namun mampu mengambil penghargaan dalam ajang Internasional. Kira-kira film seperti apa yang mendapatkan penghargaan Internasional tersebut ? mari kita sambut inilah Film Indonesia yang meraih penghargaan ke jenjang Internasional ! 

Film Indonesia : Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak 

Film ini sempat Booming dan membuat banyak pihak kagum akan kehadiran dari film tersebut. Sutradara resmi dari film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak ini adalah Mouly Surya yang kembali datang dengan menghadiahkan prestasi ranah Internasional. Film dengan Aktris FTV Ternama yakni “ Marsha Timothy “ ini berhasil memenangi langsung penghargaan NETPAC Jury Award yang diadakan dalam ajang Five Flavours Asian Film Festival. Untuk festival ini sendiri menjadi festival ke 11 yang langsung diadakan di Warsawa negara Polandia pada tanggal 15 hingga 22 November 3 tahun lalu yakni 2017. 

Film ini telah tayang di 19 Negara dengan mengumpulkan kurang lebihnya 17 Piala dan sudah 24 kali masuk ke dalam nominasi penghargaan. Filmnya menghadirkan keelokan dari Sumba dan juga memiliki Jalan Cerita matang menjadi alasan utama film ini bisa memesona mata sineas dunia. Banyak sudah penghargaan lainnya yang ditorehkan melalui film ini seperti : FFS ( Festival Film Sitges ), Tokyo FILMEX, 2 Piala pada ajang Asia Pacific Film Festival dan beberapa penghargaan lainnya. 

Film Indonesia : Sekala Niskala 

Karena film ini sudah masuk dalam skala Internasional, maka orang-orang sana mengenal film ini dengan Judul : The Seen and Unseen. Filmnya sudah bertaraf pada jenjang Internasional dan juga memiliki genre Drama. Film ini disutradarai langsung oleh Kamila Andini yang memang merangkap langsung sebagai penulis skenario naskah. Kurang lebihnya untuk film yang satu ini mendapatkan 7x penghargaan. 

Darmayana's Blog: Sekala Niskala : Interaksi Dunia Nyata Dan Maya

Penghargaan ini terdiri dari :

  • Busan International Film Festival
  • Penghargaan Toronto Film Festival
  • Jogja  NETPAC Asian Film Festival
  • Tokyo FILMEX dll. 

Untuk kalian yang memang belum pernah menonton film yang satu ini, maka kami anjurkan kalian untuk menonton film itu sekarang juga di akhir pekan kalian. 

Film Indonesia : 3 Doa 3 Cinta 

Film ini yang dirasa bisa mempertemukan kembali akting terbaik yang dimiliki oleh mbak Dian Sastro dengan Mas tampan Nicholas Saputra sebagai pemeran utama di 3 Do’a 3 Cinta. Memiliki cerita mengenai seorang santri yang terpikat hatinya kepada seorang penyanyi dangdut kampung. Film ini sendiri sudah meraih Grand Jury Prize dalam ajang Vesoul International Film Festival Perancis tahun 2009, film ini juga mampu lho dalam meraih best film Jakarta International Film Festival 2009 atau yang dikenal dengan JIFFEST. 

Selain penghargaan tersebut, disini 3 Doa 3 Cinta juga langsung masuk ke dalam seleksi resmi dari berbagai macam festival Film Internasional seperti halnya di negara Dubai International Festival sejak tahun 2008 silam. Lalu mendapatkan penghargaan Pusan International Film Festival pada tahun 2009 dan beberapa festival lainnya. Untuk FFI sendiri atau Festival Film Indonesia, film ini juga berhasil menyabet gelar terbaik di tahun 2008 silam. 

Film Indonesia : Kucumbu Tubuh Indahku 

Nah film ini sudah pernah saya tonton guys, melalui Platform Youtube dan memenag pada saat itu saya direkomendasikan oleh mpo slot di Youtube sendiri di mesin pencarian film Indonesia terbaik dan masuklah atau direferensikan langsung film yang kaya akan makna  atau pesan mendalam di dalamnya. Jadi wajar saja, jika film besutan dari Garin Nugroho ini mendapatkan sejumlah penghargaan Nasional maupun Internasional namun, masih memiliki perdebatan akan jalan cerita sebenarnya. Mengapa perdebatan ? karena dalam hal ini mungkin kalian di awal-awal akan dibuat bingung dengan jalan cerita yang ada. Namun lama kelamaan semakin mengikuti alur ceritanya, kalian paham apa makna yang disampaikan di dalam film tersebut. 

Kurang lebih film ini sendiri menyabet 13 Piala Penghargaan yang langsung saja terdiri dari 5 festival Internasional dan 9 terdiri langsung dari Festival Film Indonesia. Selain itu, film ini juga sudah masuk ke dalam Nominasi penghargaan sebanyak 8 kali. Dan tiga penghargaan Internasional Kategori “ Film Terbaik “ yang sudah disabet sejak tahun 2018 silam. Diantara penghargaan tersebut seperti : (1) Venice Independent Film Critic, (2) Penghargaan atas Festival DES  3 Continents, (3) Penghargaan pada Asia Pasific Screen Awards. Lalu di tahun 2019 silam film ini juga hampir saja masuk Oscar namun berhasil meraih piala International Cinephile Society Awards dan juga Guadalajara International Film Festival. 

Film Indonesia : Pengabdi Setan Remake Tahun 2017 

Sebelumnya film ini memang sudah tayang, namun sekitar tahun 1980 an. Film yang disutradarai langsung oleh Joko Anwar ini sukses nyatanya dalam dunia Internasional. Film ini bahkan mampu untuk membuat adanya corak baru mengenai film Horor yang ada di Tanah Air. untuk di Indonesia sendiri, sudah tercatat film ini meraih penonton hingga 4.206.103 Orang dan menjadi film terlaris pertama tahun 2017 silam. Bahkan saya sendiri mengakui, film ini membuat saya menonton ulang dan kaget yang dirasakan masih muncul walau sekiranya sudah menonton serta mengingat setiap adegannya. 

Selain di Indonesia, nyatanya Om Joko Anwar ini memperluas penontonnya hingga ke 42 Negara. Selain itu, film ini juga sudah masuk ke dalam 40 festival Film Internasional dan juga sudah mendapatkan piala dalam kategori “ Film Horor Terbaik “ di ajang Toronto After Dark Film Festival, lalu masuk juga menerima penghargaan di Overlook Festival Film dan terakhir ada juga Popcorn Frights Film Festival. Sungguh, Ah Mantappp…. 

Film Indonesia : Turah 

Tayang di Bioskop mulai 16 Agustus tahun 2017, dimana film ini tidak memakai bahasa Indonesia melainkan murni dari penggunaan bahasa Jawa – Tegal. Film karya dari Wicaksono Wisnu Legowo justru jauh melesat dengan cepat dalam kancah Internasional. Penghargaan demi penghargaan bisa diterima oleh film Turah ini. Kurang lebihnya untuk film ini sendiri memiliki 3 penghargaan terbaik. Walau bahasa atau language yang digunakan bukan bahasa formal pada umumnya, nyatanya masih mendapatkan apresiasi besar bagi dunia perfilman luar negeri.