Teknik-Teknik Dasar dalam Dunia Sinematografi

Dalam dunia perfilman, sudah pasti akan terdapat satu teknik yang mana banyak sekali dipakai oleh para Sinematografer dalam merekam video agar nantinya bisa menghasilkan Output yang menarik yakni S-I-N-E-M-A-T-O-G-R-A-F-I… di Indonesia sendiri sampai dengan detik ini terciptanya ajang Penghargaan Piala Citra dan juga Festival Film Indonesia kepada film-film yang sudah memiliki kualitas dari video dan Sinematografi terbaik. Tidak semua dari film ini bisa saja masuk ke dalam nominasi film terbaik, hanya saja beberapa film-film pilihan tertentu yang dirasa mampu masuk ke dalam nominasinya. Bagi kalian yang saat ini sedang mempelajari berbagai macam teknik dasar dalam dunia Sinematografi, kami menyarankan sekali untuk kalian melihat beberapa film yang maan sudah memenangkan penghargaan di setiap tahunnya. Dari kutipan situs qwords.com, kami akan merangkum beberapa teknik dasar mengenai dunia Sinematografi. Langsung saja kalian lihat, teknik dasar seperti apa yang kami berikan di bawah ini ! 

Penjelasan dari Sinematografi 

Untuk penjelasannya, Sinematografi ini menjadi ilmu yang akan membahas mengenai Teknik dalam pengembalian gambar dan juga menggabungkan gambar sehingga bisa menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide dan cerita dalam bentuk videonya. Orang-orang yang memang bekerja sebagai Sinematografi ini bernama Sinematografer. Nah dari sini juga kalian harus tahu jika Sinematografer jelas berbeda dengan seorang Videografer

Dalam dunia produksi Perfilman, seorang Sinematografer ini bisa disebut sebagai DOP atau Direct of photography. Sinematografer sendiri menjadi seorang yang penuh tanggung jawab atas kru kamera dan juga Lighting. Jadinya, Sinematografer ini memiliki kasta jauh lebih tinggi di atas seorang Sutradara mengenai apa yang diinginkannya mulai dari Hal Teknik – lalu pola pada pengambilan gambar – penggunaan lensa – kamera Movementnya – pencahayaan yang pada – komposisi pada penggunaan Filter dan masih banyak hal teknis lainnya lagi. 

Dengan begini kalian jadi jelas dong bahwa Videografer berbeda dengan Sinematografer ? namun sayangnya sampai detik ini banyak sekali para Videografer yang menyebutkan bahwa dirinya adalah seorang Sinematografer. Hal ini sudah pertama kali muncul karena memang adanya perkembangan teknologi Video Digital, banyak sudah para Videografer yang menggunakan adanya istilah-istilah Sinematografi itu sendiri. Nah dengan semakin populernya kamera DSLR yang mana mampu untuk merekam gambar berkualitas memberikan kontribusi besar, salah satunya pergeseran untuk Seorang Videografer yang dianggap sudah setara dengan kameramen dari acara pernikahan. 

Teknik-Teknik Dasar dalam Dunia Sinematografi 

Jika kalian sudah mengetahui penjelasan dari Sinematografi itu sendiri, maka kali ini kalian sudah bisa masuk ke dalam teknik-teknik untuk mempelajari Sinematografi dalam dunia Film itu sendiri. Untuk lebih jelas, langsung saja kalian simak semuanya pada bacaan di bawah ini : 

1.1 Teknik Extreme Long Shot 

Untuk teknik yang satu ini sudah masuk pada pengambilan gambar awal yang menunjukan adanya set lokasi dari suatu adegan atau isi di dalam ceritanya. Teknik ini bisa saja menggunakan kamera lensa Wide agar nantinya semua objek bisa saja masuk ke dalam frame. Dan dalam teknik dasar Sinematografi ini, Extreme Long Shot sudah sebagai Rule of Third yang perlu sekali diaplikasikan dengan benar agar nantinya komposisi dari gambar bisa menjadi sangat menarik untuk dilihat. 

2.2 Teknik Very Long Shot 

Untuk teknik yang satu ini menggunakan adanya area yang memang akan memperlihatkan seluruh tubuh dari objek agar kiranya tidak terpotong dalam frame itu sendiri. Teknik ini sudah menjadi lanjutan dari Extreme Long Shot sehingga fokus utamanya pada subjek dengan segala pengambilan gambar tanpa ada bagian yang terpotong oleh Frame. Objek utamanya dari teknik ini adalah untuk menjadi Highlight utama dalam pengambilan gambar yang nyata. 

3.3 Teknik Long Shot 

Long Shot dalam Sinematografi ini memang untuk membuat para mata penonton terlihat dari keleluasaan dari objek, dan dalam istilah lain bisa saja disebut Landscape Format Size. dan untuk Teknik Long Shot ini biasanya digunakan saat opening Shot dari sebuah Film maupun Video yang pastinya, kalian tetap saja harus mengedepankan aturan dari Rule Of Third. 

4.4 Teknik Medium Close Up 

Teknik ini sendiri mengambil gambar setengah badan. Teknik ini banyak sekali dipakai dalam sesi wawancara karena memang gambar yang dihasilkan lebih dinamis bisa saja melihat semua pergerakan setengah badan dengan detail, sehingga disini tidak bisa menimbulkan kebosanan. Agar nantinya bervariasi, dalam melakukan teknik Medium Close Up yang diusahakan  dengan menggunakan kamera jauh lebih dari satu agar kiranya, angle video yang dihasilkan juga berbeda-beda. Contoh Video wawancara kamera dari depan, medium Shot selebah kiri atau pada medium shot di sebelah kanan. 

5.5 Teknik Close Up 

Untuk Close Up ini menjadi sebuah teknik yang paling populer, banyak sudah para Sinematografer menggunakan teknik tersebut. Komposisi gambar yang sudah diambil adalah terfokuskan pada wajah orang secara langsung. Teknik ini sudah cocok juga bisa digunakan dalam sesi wawancara karena memang bisa melihat dengan jelas Ekspresi orangnya mulai dari bawah Dagu hingga Ke Kepala. 

6.6 Teknik Panning Shot 

Untuk teknik ini masuk ke dalam teknik pengambilan gambar dengan menggerakan secara vertikal dari kiri ke kanan atau dari arah sebaliknya. Teknik ini sendiri sebenarnya sudah cukup sederhana dalam pengambilan gambar, lalu kunci kamera harus saja stabil. Jika memungkinkan kalian bisa saja menggunakan tangan dan juga bisa menggunakan Gimbal atau pada Slider kamera. 

7.7  Teknik Crane Shot 

Mengenai teknik yang satu ini, bahwa Crane Shot masuk ke dalam pengambilan gambar dengan arah Vertikal bawah ke atas atau justru sebaliknya dari bawah ke atas. Teknik ini juga bisa diaplikasikan langsung dalam menghasilkan efek dari transisi yang menarik. Dan untuk bisa menggunakan adanya teknik ini, maka kalian perlu saja menggunakan crane khusus kamera yang harganya bisa dikatakan mahal dan perlu sekali adanya operator yang handal. 

8.8 Teknik Track in SHOT 

Teknik dalam Sinematografi ini umumnya, bisa melakukan teknik kalian dengan memiliki stabilizer kamera agar nantinya saat pengambilan gambar tidak akan goyang. Jika masih saja Handheld akan sangat amat susah, apalagi dengan membawa kamera yang berat. Teknik ini bisa dilakukan untuk pengambilan dari gambar jarak jauh menjadi gambar jarak dekat. 

Jadi, kurang lebihnya seperti itulah pengertian dasar dari Sinematografi dan beberapa teknik dasar yang bisa digunakan oleh para pemula yang ada di dalam dunia film. Jika sudah paham, maka disini kalian tinggal mempraktekkan saja secara langsung dan melakukan percobaan berulang ulang agar nantinya kalian menjadi semakin handal. Jangan lupa juga, ketika mempelajari semua teknik-teknik yang ada, kalian juga harus bisa menguasai overall fitur dari kamera yang kalian miliki. Agar kiranya, memiliki hasil jauh lebih baik lagi. Selamat Mencoba, Semoga Berhasil dan Terima Kasih…